Kepala SMA Negeri 2 Kampar Taat Surat Edaran Plt Gubernur Riau dan Kadisdik, Perpisahan Digelar Sederhana Namun Bermakna

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:27:54 WIB

KAMPAR — SMA Negeri 2 Kampar menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah tahun 2026. Hal itu terlihat dari konsep acara perpisahan yang digelar sederhana, tertib, dan tetap penuh makna.

Pihak sekolah memilih tidak menggelar acara secara berlebihan. Para siswa tetap mengenakan seragam putih abu-abu, sementara guru dan tenaga pendidik hadir menggunakan pakaian dinas pemda sebagaimana aktivitas sekolah biasanya.

Kepala SMA Negeri 2 Kampar menyebut, keputusan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap surat edaran Plt Gubernur Riau serta arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar kegiatan perpisahan sekolah tidak memberatkan orang tua siswa dan dilaksanakan secara sederhana.

“Kami menghormati dan menaati surat edaran Plt Gubernur Riau dan Kadisdik Riau. Karena itu, perpisahan tahun ini dilaksanakan sederhana, namun tidak mengurangi makna kebersamaan dan rasa syukur,” ujarnya.

Menurut pihak sekolah, esensi utama perpisahan bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada penghargaan terhadap proses pendidikan yang telah dijalani siswa selama tiga tahun.

Suasana haru tetap terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan doa bersama, penampilan seni, pesan dan kesan siswa, hingga salam perpisahan bersama guru.

Kesederhanaan acara justru dinilai menciptakan suasana lebih hangat dan dekat antara siswa, guru, serta orang tua. Banyak wali murid mengaku mengapresiasi langkah sekolah yang dianggap lebih bijak dan tidak membebani kondisi ekonomi keluarga.

“Saya sangat mendukung konsep seperti ini. Yang penting anak-anak tetap bahagia dan bisa menikmati momen perpisahan tanpa harus membebani orang tua dengan biaya besar,” ujar salah seorang wali murid.

Apresiasi juga datang dari kalangan pengamat pendidikan di Riau. Mereka menilai langkah SMA Negeri 2 Kampar menjadi contoh positif dalam menerapkan semangat pendidikan yang lebih sederhana, humanis, dan berpihak kepada masyarakat.

Menurut pengamat pendidikan Riau, budaya perpisahan mewah di sekolah selama ini kerap menimbulkan tekanan sosial bagi orang tua siswa. Karena itu, keputusan sekolah yang mengikuti arahan pemerintah dianggap sebagai langkah edukatif yang patut dicontoh sekolah lain.

“Kebijakan seperti ini perlu diapresiasi. Sekolah tetap bisa menghadirkan acara yang bermakna tanpa harus identik dengan kemewahan. Justru nilai pendidikan dan kesederhanaannya lebih terasa,” ujarnya.

Kebijakan perpisahan sederhana sendiri sebelumnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau guna menghindari budaya seremonial berlebihan di lingkungan pendidikan. Selain menjaga nilai kesederhanaan, kebijakan tersebut juga bertujuan menciptakan kegiatan sekolah yang lebih inklusif dan berpihak kepada kondisi ekonomi masyarakat.

Meski tanpa pesta mewah, perpisahan SMA Negeri 2 Kampar tahun 2026 tetap meninggalkan kesan mendalam. Di balik seragam putih abu-abu yang masih dikenakan para siswa, tersimpan perjalanan panjang perjuangan, persahabatan, dan harapan menuju masa depan.

---

Penulis: Wartawan etalasenews.com

#SMAN2Kampar #Perpisahan2026 #EtalaseNews #PendidikanRiau #KadisdikRiau #PltGubernurRiau #SekolahSederhana #Kampar #BeritaPendidikan #CerminSuaraPublik

Terkini