Kritik DPRD Jadi Bahan Bakar Pemkab Kampar untuk Bekerja Lebih Baik

Selasa, 25 November 2025 | 18:07:29 WIB

BANGKINANG KOTA — Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos., M.T. menegaskan bahwa setiap kritik yang disampaikan DPRD adalah energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Kampar untuk meningkatkan kinerja. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kampar dengan agenda penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) terkait APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2026, Senin (24/11) di Ruang Paripurna DPRD Kampar.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi S.HI dan turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti S.Ag., M.Si., Sekwan Ranlah S.E., M.Si., Asisten III Administrasi Umum Ir. Azwan M.Si., para kepala OPD, pejabat eselon II, serta anggota DPRD Kampar.

Dalam rapat itu, Bupati Ahmad Yuzar menegaskan bahwa penyusunan APBD merupakan instrumen penting untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan dan memberikan pelayanan publik. Nota Keuangan RAPBD 2026 sendiri, ujarnya, disusun berdasarkan RKPD 2026 dan KUA-PPAS yang sudah disepakati bersama.

“Dokumen APBD ini bukan sekadar angka. Ia memuat kebijakan umum, asumsi dasar, serta kondisi keuangan daerah dari sisi pendapatan, belanja, hingga pembiayaan. Semua harus jelas arah dan manfaatnya,” tegas Ahmad Yuzar.

Ia menjelaskan, penyampaian laporan Banggar adalah tahap krusial dalam pengesahan APBD. Banggar DPRD dalam laporannya menguraikan evaluasi atas proyeksi pendapatan, alokasi belanja, hingga strategi pembiayaan pembangunan daerah.

Bupati Ahmad Yuzar menyambut baik masukan dari legislatif. “Kritik dari DPRD bagi kami untuk bekerja lebih baik,” ujarnya lugas.

Ia menegaskan APBD 2026 difokuskan pada pemulihan ekonomi daerah, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan sektor ekonomi masyarakat.

“Rapat Paripurna ini adalah bukti bahwa sinergi eksekutif dan legislatif merupakan kunci membangun Kampar. Proses APBD 2026 ini diharapkan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada hasil,” tutupnya. (rls)

Terkini