Jefry Noer Ajak Desa di Riau Garap Peluang Besar Bisnis Pangan MBG

Kamis, 27 November 2025 | 20:17:35 WIB

PEKANBARU – Mantan Bupati Kampar, Jefry Noer, yang kini menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyediaan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kampar, mulai serius mengadu peruntungan di sektor bisnis pangan skala besar. Hal itu terlihat dalam workshop bertema “Wujudkan Riau Mandiri Pangan, Sukseskan Program MBG” yang digelarnya di Kompleks IP ICBS, Desa Kubang Jaya, pada Rabu (26/11/2025).

Dalam forum yang dihadiri para akademisi, kepala desa, pengurus BUMDes, dan anggota Komisi III DPRD Riau Eva Yuliana itu, Jefry secara gamblang memaparkan tantangan besar yang saat ini dihadapi para penyedia MBG di daerah. Menurutnya, pasokan bahan baku dapur MBG—mulai dari sayur mayur, buah-buahan, ayam potong hingga ikan—kian sulit ditemukan dengan harga yang stabil.

“Kami mengelola 16 dapur MBG. Saat ini kesulitan mendapatkan sayur, harga daging ayam naik, dan buah dari Berastagi seperti pisang dan jeruk sudah mulai langka,” ujar Jefry di hadapan narasumber Prof. Ahmad Budiarjo, Dr. Deradjat, dan Dr. Syamsul Akbar.

Peluang Besar bagi Petani Lokal

Meski penuh tantangan, Jefry melihat kondisi ini sebagai peluang ekonomi yang sangat besar untuk desa dan petani di Riau. Kebutuhan harian Program MBG yang harus dipenuhi penyedia, kata Jefry, berada pada angka yang luar biasa besar:

Pisang sekitar 2 juta buah per hari, Ikan 175 ton per hari, Disusul sayur mayur, ayam potong, dan komoditas lainnya dalam jumlah masif.

“Saya sendiri sudah mulai menanam pisang di Desa Sungai Pinang. Ke depan kita akan dorong pembangunan kebun pisang dan ayam potong dengan sistem plasma untuk memenuhi kebutuhan MBG,” katanya.

Ia juga menegaskan dana desa melalui BUMDes dapat menjadi motor penggerak usaha pangan ini, mengingat regulasi memungkinkan penggunaan hingga 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan.

Bisnis MBG Didominasi Pemodal Besar

Jefry tidak menutup mata bahwa bisnis pangan MBG di Riau saat ini banyak digarap oleh para politisi dan pengusaha besar yang punya akses langsung ke pemerintah pusat. Besarnya kebutuhan harian dan tingginya modal operasional menjadikan bisnis ini hanya dapat dimainkan oleh pihak-pihak yang memiliki kekuatan finansial dan jaringan kuat.

Namun Jefry berharap desa-desa di Riau tidak hanya menjadi penonton. “Ini peluang besar. Kalau desa bergerak, kita bisa mandiri pangan. Yang penting ada kemauan dan kerja sama,” tegasnya.

Dorong Kemandirian Pangan Riau

Lewat workshop tersebut, Jefry mengajak seluruh pemangku kepentingan desa, khususnya BUMDes, untuk menjadikan kebutuhan MBG sebagai pasar besar yang bisa digarap secara serius. Ia berharap desa di Riau dapat berperan strategis dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Kebutuhan MBG ini tidak akan kecil. Kalau kita siapkan dari sekarang, desa-desa di Riau bisa menjadi pemasok utama,” pungkasnya. (do)

Terkini