Setelah Diserang Bertubi-tubi, Bupati Kampar Akhirnya Copot Sekda Hambali

Senin, 01 Desember 2025 | 14:14:25 WIB
Pejabat nonjob, eks Sekda Kampar Hambali

KAMPAR – Konflik antara Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan mantan Sekda Hambali memasuki babak baru. Setelah berminggu-minggu disudutkan dengan berbagai tuduhan, mulai dari isu pembatalan Sekolah Rakyat hingga polemik mobil dinas Vellfire, posisi Hambali kini resmi berakhir. 

Pemerintah Kabupaten Kampar mencopotnya dari jabatan Sekda dan langsung menunjuk pejabat baru sebagai pelaksana harian.

Keputusan itu diumumkan Bupati Kampar usai melantik sejumlah pejabat eselon II dan III. Dalam momen yang sama, Ahmad Yuzar menunjuk Ardi Mardiansyah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar. Penunjukan itu berlaku sampai Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Penjabat Sekda definitif.

“Untuk memastikan jalannya administrasi pemerintahan, hari ini juga saya akan kirim kepada Gubernur Riau permohonan persetujuan pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah,” ujar Ahmad Yuzar.

Penunjukan Ardi Mardiansyah menjadi langkah cepat Bupati setelah situasi internal Pemkab terus memanas akibat serangan bertubi-tubi Hambali. Mantan Sekda itu sebelumnya mengajukan pensiun dini sambil melontarkan berbagai kritik, termasuk menuding Bupati menolak Sekolah Rakyat, program strategis nasional untuk penanganan kemiskinan. Tuduhan itu langsung dibantah Bupati dan dinilai sebagai informasi keliru yang dipelintir.

Hambali juga menyerang kebijakan pengadaan mobil dinas Vellfire senilai Rp1,8 miliar, hingga menyorot proses pansel jabatan dan dugaan boros anggaran. Tak berhenti, ia menyebut dirinya menjadi korban fitnah soal pinjaman uang dari kontraktor. Seluruh kritik itu membuat hubungan keduanya memburuk di ruang publik.

Situasi semakin panas setelah isu Sekolah Rakyat dibawa Hambali ke DPRD. Ia menyebut program gagal jalan karena keputusan Bupati. Padahal Pemkab menegaskan hanya terjadi penundaan karena masalah teknis lokasi, bukan penolakan. Bahkan Pemkab sudah menyiapkan lahan tujuh hektare sebagai bukti dukungan terhadap PSN tersebut.

Di tengah tekanan itu, Bupati Ahmad Yuzar akhirnya mengambil langkah tegas. Jabatan Hambali dicabut total dan diganti Plh yang baru. “Dari segi usia memang masih muda, tapi saya memandang dari standar kompetensinya,” kata Bupati terkait penunjukan Ardi.

Bupati juga menegaskan agar seluruh jajaran menjaga loyalitas kepada siapapun yang memimpin. “Saya berharap semua kita loyal kepada siapapun yang memimpin kita,” ujarnya.

Kepada Ardi, Bupati memberikan pesan khusus mengenai etika birokrasi. “Saya berpesan kepada Ardi untuk bersikap sopan santun kepada yang lebih tua dari kita. Etika dalam jabatan, walaupun kita setingkat lebih tinggi tetapi umur yang lebih muda tetap menghormati yang tua serta meminta petunjuk dan nasihat,” kata Ahmad Yuzar.

Dengan keputusan ini, Ardi Mardiansyah mulai bekerja sebagai Plh Sekda sambil menunggu penetapan Penjabat Sekda oleh Pemerintah Provinsi Riau. Penunjukan ini diharapkan dapat menstabilkan kembali roda pemerintahan Kampar setelah gejolak panjang yang dipicu perseteruan dengan Hambali. (*)

Terkini