Bangkinang— Pemerintah Kabupaten Kampar resmi mencopot Hendri Dunan dari kursinya sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Ia digeser dalam rotasi pejabat besar-besaran yang dilakukan awal Desember 2025 dan ditempatkan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik. Pergantian ini langsung memicu perhatian publik karena Hendri selama ini dikenal sebagai pejabat yang kerap kontroversi.
Nama Hendri sebelumnya mencuat setelah beredar kabar bahwa ia kedapatan asyik bermain gim Ludo King bersama sejumlah staf wanita di ruangan kantor saat jam kerja masih berlangsung.
Sumber internal yang menyaksikan langsung menyebut Hendri dan beberapa staf tampak fokus bermain gim di ponsel masing-masing di saat pelayanan masih berjalan. Perilaku itu memancing kritik karena dinilai tidak mencerminkan kedisiplinan seorang pimpinan OPD.
Selain itu, Hendri juga pernah didesak warga Kampar untuk dicopot akibat dinilai lambat menangani sejumlah kasus kebakaran di Bangkinang. Pada beberapa kejadian, warga mengeluhkan respons Damkar yang dianggap sangat lamban sehingga menimbulkan kerugian besar.
Desakan itu bahkan sampai ke DPRD Kampar melalui forum RDP, di mana masyarakat meminta pimpinan Damkar diganti karena dianggap gagal menjalankan fungsi layanan darurat.
Kontroversi Hendri tidak berhenti di situ. Catatan lamanya kembali diungkit publik. Pada 2015, ketika masih menjabat Kepala Dinas Pertanian Kampar, Hendri Dunan pernah dilaporkan LSM Penjara ke Kejaksaan Negeri Bangkinang. Laporan tersebut berisi dugaan penyelewengan anggaran APBD senilai Rp 2,9 miliar yang disebut tidak jelas peruntukannya.
LSM Penjara kala itu menyebut temuan mereka di lapangan menunjukkan tidak adanya realisasi program yang dibiayai anggaran tersebut. Hendri mengakui telah menerima surat laporan itu dan menyebut program terkait masih dalam proses lelang, namun perkembangan hukumnya tidak pernah dipublikasikan secara luas.
Pemkab Kampar menyampaikan bahwa rotasi pejabat yang dilakukan merupakan bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Puluhan pejabat eselon II dan III terkena mutasi dalam perombakan tersebut. Namun pencopotan Hendri menjadi yang paling menjadi sorotan publik karena rekam jejak panjang kontroversinya.
Langkah Bupati Kampar juga mendapat dukungan dari kalangan muda. Seorang mahasiswa Kampar, Jeki, memberikan apresiasi atas rotasi ini.
“Selamat atas penyegaran ini. Semoga berdampak baik bagi Kampar dan pelayanan publik makin membaik,” ujarnya. Ia menilai pencopotan pejabat yang menuai banyak kritik adalah keputusan tepat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Dengan dicopotnya Hendri Dunan, publik kini menunggu apakah pergantian pimpinan Damkar akan membawa perubahan nyata, termasuk respons lebih cepat saat kebakaran dan disiplin kerja yang lebih baik di lingkungan dinas tersebut. (*)