Mahasiswa UIN Suska Kritik Bupati Kampar: Jalan Mahasantri Rusak Bertahun-tahun, Walikota Pekanbaru Gercep Aspal Jalan Buluhcina

Senin, 29 Desember 2025 | 17:12:55 WIB
Jalan Buluhcina akses Kampus UIN Suska di Aspal Walikota

PEKANBARU – Kontras penanganan infrastruktur kembali menjadi sorotan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau. Jalan Mahasantri Mustamindo, yang berada di wilayah Kabupaten Kampar dan setiap hari dilalui ribuan mahasiswa UIN Suska Riau, hingga kini masih rusak parah dan tak tersentuh perbaikan.

Kondisi tersebut menuai kritik tajam dari mahasiswa. Syahrini, mahasiswi UIN Suska Riau, menilai Bupati Kampar Ahmad Yuzar seolah menutup mata terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses pendidikan.

“Setiap hari ribuan mahasiswa lewat Jalan Mahasantri. Ini bukan jalan kecil, ini urat nadi kampus. Tapi bertahun-tahun dibiarkan rusak. Kami merasa tidak dipedulikan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar,” kata Syahrini, Minggu (28/12).

Menurutnya, jalan tersebut bukan hanya membahayakan pengendara, tetapi juga mencerminkan minimnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.

“Kalau hujan becek dan berlubang, kalau panas berdebu. Kami mahasiswa, bukan minta yang mewah, hanya jalan yang layak,” tegasnya.

Bandingkan dengan Pekanbaru: 

Di sisi lain, mahasiswa justru menaruh apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho. Meski baru menjabat belum genap setahun, Pemko Pekanbaru dinilai bergerak cepat memperbaiki jalan-jalan rusak, termasuk akses menuju kampus UIN Suska Riau.

Saat ini, pengaspalan tengah berlangsung di Jalan Buluh Cina, Kecamatan Tuah Madani. Sebanyak 500 meter jalan yang menjadi akses utama ke kampus UIN Suska Riau diaspal melalui program operasional pemeliharaan.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Agung Nugroho. Jalan menuju kampus mulai diperbaiki, ini sangat membantu aktivitas mahasiswa,” ujar Syahrini.

Ia menilai langkah cepat Pemko Pekanbaru menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kepentingan publik.

Pemko Pekanbaru melalui Dinas Perkim dan Dinas PUPR terus melakukan pengaspalan di berbagai titik. Hingga akhir tahun, total panjang jalan yang dioverlay mencapai 38 kilometer—melampaui target awal 20 kilometer per tahun.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menyebut capaian tersebut merupakan komitmen nyata Wali Kota dalam merealisasikan visi-misi pembangunan infrastruktur.

“Target 20 kilometer, tapi terealisasi 38 kilometer. Yang seharusnya dua tahun, bisa selesai satu tahun,” jelasnya.

Mahasiswa Harap Bupati Kampar Tersadar

Mahasiswa UIN Suska Riau berharap Bupati Kampar Ahmad Yuzar tidak terus abai dan segera turun langsung melihat kondisi Jalan Mahasantri Mustamindo.

“Kami ingin Pak Bupati Kampar juga menunjukkan kepedulian yang sama. Jangan sampai mahasiswa merasa dianaktirikan hanya karena kampus berada di perbatasan wilayah,” tutup Syahrini. (*)

Terkini