Diduga Monopoli Parkir dan Premanisme, Mahasiswa Desak Polda Riau Turun Tangan

Selasa, 30 Desember 2025 | 17:13:09 WIB

PEKANBARU — Dugaan praktik monopoli pengelolaan parkir yang disertai aksi premanisme kembali mencuat di Kota Pekanbaru. Kali ini, insiden yang terjadi di kawasan gerai Mie Gacoan Sudirman menuai reaksi keras dari kalangan mahasiswa.

Organisasi Mahasiswa OSRI (Organisasi Solidaritas Riau) menilai adanya tindakan intimidasi, pemaksaan, hingga pengambilalihan setoran parkir secara sepihak sebagai bentuk premanisme yang tidak bisa dibiarkan.

Koordinator OSRI, Herik, meminta Polda Riau segera turun tangan untuk menertibkan dan mengusut tuntas dugaan praktik monopoli parkir yang dinilai meresahkan masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami melihat indikasi kuat adanya penguasaan parkir oleh kelompok tertentu. Cara-caranya sudah mengarah ke premanisme dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya kepada wartawan, Minggu.

Ia menyebut, kehadiran sistem parkir digital yang seharusnya menciptakan transparansi justru mendapat perlawanan di lapangan. Sejumlah pihak disebut datang membawa massa, memaksa membuka portal parkir, serta menarik tarif secara manual di luar sistem resmi.

Akibatnya, petugas parkir digital dilaporkan merasa terancam dan meninggalkan lokasi demi keselamatan. Kondisi tersebut dinilai menciptakan rasa tidak aman, baik bagi pekerja maupun konsumen.

Menurut OSRI, praktik semacam ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merugikan pendapatan daerah dan mencederai iklim investasi di Pekanbaru.

“Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk. Dunia usaha bisa takut masuk karena kalah oleh tekanan dan intimidasi,” ujarnya.

OSRI mendesak aparat kepolisian, khususnya Polda Riau, untuk tidak hanya menangani kasus ini secara reaktif, tetapi juga membongkar aktor-aktor di balik dugaan monopoli parkir yang selama ini dianggap kebal hukum.

Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak tutup mata serta memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait desakan mahasiswa tersebut. (*)

Terkini