Utang Pemprov Riau Tembus Rp300 Miliar, Kontraktor Jembatan Mahato Desak Pelunasan

Jumat, 03 April 2026 | 11:53:20 WIB

Pekanbaru – Tekanan terhadap Pemerintah Provinsi Riau kian menguat setelah terungkap total kewajiban utang daerah yang disebut telah mencapai sekitar Rp300 miliar. Salah satu sorotan utama datang dari pihak kontraktor proyek strategis Jembatan Mahato yang hingga kini masih menanti kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku jasa konstruksi. Proyek infrastruktur yang semestinya menjadi simbol konektivitas dan pertumbuhan ekonomi justru terseret dalam pusaran persoalan keuangan daerah. Para kontraktor menilai, keterlambatan pembayaran tidak hanya berdampak pada arus kas perusahaan, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan proyek-proyek pembangunan lainnya di Riau.

Perwakilan kontraktor Jembatan Mahato secara tegas meminta Pemprov Riau segera menunaikan kewajibannya. Mereka menilai, pembayaran yang tertunda terlalu lama mencerminkan lemahnya manajemen fiskal daerah, sekaligus mengikis kepercayaan dunia usaha terhadap komitmen pemerintah.

“Pekerjaan sudah selesai sesuai kontrak. Kami hanya menuntut hak kami dibayarkan,” ungkap salah satu sumber dari pihak kontraktor.

Jembatan Mahato sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur penting yang menghubungkan wilayah strategis dan diharapkan mampu mempercepat mobilitas serta pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, persoalan pembayaran ini justru menempatkan proyek tersebut dalam sorotan publik.

Di sisi lain, kondisi utang daerah yang mencapai ratusan miliar rupiah memicu pertanyaan lebih luas terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Sejumlah pengamat menilai, pemerintah daerah perlu segera membuka secara rinci struktur utang, prioritas pembayaran, serta langkah konkret untuk menyelesaikan kewajiban tersebut tanpa mengorbankan pelayanan publik.

Jika tidak segera diselesaikan, persoalan ini berpotensi menimbulkan efek domino: mulai dari terhambatnya proyek baru, menurunnya minat investor, hingga terganggunya stabilitas ekonomi daerah.

Publik kini menanti langkah tegas dan terukur dari Pemprov Riau. Di tengah tekanan fiskal, pemerintah dituntut tidak hanya mampu menjelaskan kondisi yang ada, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan kewajiban—terutama kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

---

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di ruang publik dan laporan media terkait. EtalaseNews.com tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.

Penulis: Redaksi EtalaseNews.com / Tim Investigasi Infrastruktur

---

Tagar:

#EtalaseNews #Riau #UtangDaerah #JembatanMahato #APBDRiau #TransparansiAnggaran #Infrastruktur #Kontraktor #Pekanbaru #KrisisFiskal

Tags

Terkini