Ketua DPRD Siap Panggil Pertamina, Warga Pertanyakan Distribusi di Tengah Klaim Stok Aman
PELALAWAN, Etalasenews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan kembali memantik keresahan publik. Di tengah klaim ketersediaan stok yang disebut aman oleh pihak terkait, realitas di lapangan justru memperlihatkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, sementara harga BBM eceran melonjak drastis hingga menembus Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per botol.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor transportasi, distribusi logistik, hingga aktivitas usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan BBM.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang terjadi di SPBU Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan. Kepadatan kendaraan disebut mencapai hampir satu kilometer pada jam-jam tertentu, memaksa sebagian warga rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Salah seorang warga Bandar Petalangan, Alfikri Zaki Islah, mengungkapkan kelangkaan ini telah mengganggu aktivitas harian masyarakat.
“Sudah beberapa hari ini masyarakat kesulitan mendapatkan BBM. Banyak yang antre sejak subuh. Kalau beli eceran, harganya sekarang tembus Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per botol aqua. Ini jelas memberatkan,” ujarnya kepada Etalasenews.com, Sabtu (2/5/2026).
Lonjakan harga di tingkat pengecer tersebut jauh melampaui harga resmi Pertalite yang ditetapkan pemerintah, memunculkan pertanyaan serius mengenai kelancaran distribusi dan pengawasan di lapangan.
Menanggapi keluhan warga, Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, H. Syafrizal, S.E, menegaskan pihaknya siap memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pengelola SPBU serta PT Pertamina, untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi konkret.
“Informasi terkait kelangkaan ini memang belum saya terima secara resmi. Namun jika kondisi ini benar terjadi dan meresahkan masyarakat, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai fungsi pengawasan DPRD,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa lembaga legislatif mulai memberi perhatian serius terhadap persoalan distribusi energi di daerah.
Di sisi lain, salah seorang manajer SPBU di Kabupaten Pelalawan melalui unggahan status WhatsApp pribadinya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan stok BBM di wilayah Riau, termasuk suplai dari Dumai dan Sungai Siak, dalam kondisi aman dan pendistribusian terus dipantau selama 24 jam oleh Pertamina.
Namun, pernyataan itu belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat yang setiap hari dihadapkan pada antrean panjang dan keterbatasan pasokan di tingkat SPBU.
Selain di Lubuk Terap, antrean serupa juga dilaporkan terjadi di SPBU Dundangan. Beberapa hari sebelumnya, antrean kendaraan bahkan disebut mencapai kawasan Simpang Bunut.
Fenomena ini menimbulkan ironi di tengah narasi “stok aman” yang disampaikan pihak terkait. Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah, DPRD, serta Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak menambah beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
---
Catatan Kaki Penulis:
Laporan: Tim Investigasi Etalasenews.com
Editor: Tim Redaksi Etalasenews.com
Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan, keterangan narasumber, serta konfirmasi kepada pihak terkait pada Sabtu, 2 Mei 2026.
#Etalasenews #BBMLangka #Pelalawan #Riau #Pertalite #Pertamina #DPRDPelalawan #KrisisEnergi #BeritaRiau #InfoPelalawan