Darmilis Tawarkan Transformasi Zakat Riau: Dari Menghimpun Dana Menuju Kemandirian Umat

Minggu, 06 September 2026 | 09:23:37 WIB

Pendidikan sebagai Investasi Umat

Selain pemberdayaan ekonomi, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu prioritas.

Program zakat dapat diarahkan untuk beasiswa, dukungan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, peningkatan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut konsep tersebut, pendidikan memiliki efek jangka panjang karena dapat meningkatkan kapasitas generasi penerima manfaat dan membantu memutus rantai kemiskinan.

Digitalisasi dan Transparansi

Transformasi pengelolaan zakat juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital.

Darmilis menggagas penguatan layanan zakat digital, basis data muzaki dan mustahik, sistem monitoring program, serta pelaporan yang mudah diakses masyarakat.

Digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Kepercayaan muzaki, menurut gagasan tersebut, harus dibangun melalui pengelolaan yang amanah dan keterbukaan informasi mengenai penghimpunan maupun pemanfaatan dana zakat.

Dampak Menjadi Ukuran Keberhasilan

Darmilis juga menawarkan perubahan cara mengukur keberhasilan program.

BAZNAS tidak cukup hanya menghitung jumlah dana yang berhasil dihimpun atau jumlah penerima bantuan. Yang lebih penting adalah mengukur perubahan kehidupan mustahik setelah mendapatkan intervensi.

Misalnya, apakah pendapatan keluarga meningkat, apakah usaha berkembang, apakah anak penerima manfaat mampu melanjutkan pendidikan, dan apakah ketergantungan terhadap bantuan mulai berkurang.

Dengan demikian, orientasi pengelolaan zakat bergeser dari sekadar “berapa yang disalurkan” menjadi “seberapa besar perubahan yang dihasilkan.”

Kolaborasi Perlu Diperluas

Untuk memperbesar dampak, BAZNAS juga didorong membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan syariah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas dan pelaku UMKM.

Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat sehingga dana zakat memiliki daya ungkit lebih besar bagi masyarakat.

Gagasan Darmilis pada akhirnya menempatkan transformasi BAZNAS sebagai upaya membangun lembaga yang amanah, profesional, digital, produktif, transparan, kolaboratif dan berdampak.

Dengan paradigma itu, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga menjadi kekuatan strategis untuk membangun kemandirian umat dan memperkuat kesejahteraan masyarakat Riau.

EtalaseNews.com — Cermin Suara Publik.

Halaman :

Terkini