BOGOR – Startup penyedia solusi digital, LegionTech, mengikuti program pendampingan analisis pemasaran yang diselenggarakan di STMIK Tazkia, Bogor, Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku startup menyusun strategi bisnis yang lebih terarah di tengah persaingan industri digital.
Pendampingan dipandu oleh Coach Miftah, praktisi dan pendamping bisnis, dengan materi yang berfokus pada penerapan konsep bauran pemasaran atau marketing mix 4P, yakni Product (produk), Price (harga), Place (distribusi), dan Promotion (promosi).
Aisyah dari STMIK Tazkia mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pembinaan technopreneur agar mampu menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dalam sesi tersebut, tim LegionTech mengevaluasi berbagai aspek bisnis, mulai dari keunggulan produk, strategi penetapan harga, hingga efektivitas promosi dan penentuan segmen pasar. Startup yang bergerak di bidang pengembangan website, landing page, dan sistem manajemen kustom itu juga meninjau kembali kesesuaian layanan mereka dengan kebutuhan pelaku UMKM, bisnis ritel, serta sektor makanan dan minuman (F&B).
Perwakilan manajemen LegionTech mengatakan pendampingan tersebut memberikan perspektif baru dalam menyusun strategi pemasaran. Menurut dia, perusahaan didorong untuk merancang skema harga yang lebih fleksibel sesuai kemampuan pelaku usaha, sekaligus memperkuat strategi promosi agar mampu meningkatkan konversi calon pelanggan menjadi klien.
Hasil evaluasi itu akan menjadi dasar bagi LegionTech untuk menyempurnakan pendekatan pemasaran dan memperluas jangkauan layanan digital kepada pelaku usaha.
LegionTech merupakan startup berbasis di Bogor yang menyediakan layanan pengembangan website dan solusi digital kustom. Perusahaan dipimpin oleh Rafly Ariel Hidayat sebagai Chief Executive Officer (CEO), didukung Muhammad Akmal Syarif sebagai Web Developer, Aisyah sebagai UI/UX Designer, serta Prameswari Kirana Jingga yang menangani bidang Marketing and Business.
Perusahaan mengembangkan sistem digital yang dirancang menjadi hak milik penuh klien guna mendukung transformasi bisnis berbasis teknologi. (rls)