Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Minta Anak Buah Jangan Pedulikan Timses, Sebuah Sindiran Terhadap Rusli Zainal dan Tim Luar Pemprov

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Minta Anak Buah Jangan Pedulikan Timses, Sebuah Sindiran Terhadap Rusli Zainal dan Tim Luar Pemprov
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto

PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki tim lain di luar struktur pemerintahan resmi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Ia meminta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak takut terhadap intervensi pihak luar yang mengatasnamakan “tim” gubernur.

“Tim saya hanya Sekda dan Asisten I, Asisten II, dan Asisten III. Saya tidak ada tim lain di luar itu,” tegas SF Hariyanto saat memimpin rapat bersama seluruh Kepala OPD Pemprov Riau, Kamis (6/11/2025).

Rapat tersebut merupakan yang pertama dipimpin SF Hariyanto setelah dirinya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Riau, menyusul penahanan Gubernur Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan fee proyek di Dinas PUPR Riau, Rabu (5/11/2025).

Dalam arahannya, SF Hariyanto menegaskan agar para kepala dinas tetap bekerja profesional, berintegritas, dan tidak mudah dipengaruhi pihak di luar struktur resmi pemerintah.

“Kepala dinas harus berdiri tegak sebagai pemimpin di instansinya. Jangan takut jabatan dicopot. Kalau takut dicopot, kerja yang benar,” ujarnya.

SF Hariyanto juga menyinggung fenomena munculnya pihak-pihak kelompok non-ASN yang mencoba ikut campur dalam urusan pemerintahan.

“Segala kebijakan pemerintahan hanya dikoordinasikan melalui Sekda dan para asisten. Tidak ada yang lain,” tegasnya lagi.

Pernyataan tegas SF Hariyanto ini disinyalir menyinggung keberadaan sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai “tim luar” Gubernur Abdul Wahid, di antaranya mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dan eks anggota DPRD Riau Faisal Azwan. Keduanya diketahui sempat diminta Abdul Wahid untuk menjadi mentor semacam tenaga ahli percepatan pembangunan Riau.

SF Hariyanto diduga memendam kekecewaan kepada Rusli Zainal karena belakangan tidak lagi berpihak kepadanya termasuk dalam urusan Golkar Riau.

Sebelumnya, Abdul Wahid memang dikenal dekat dengan sejumlah tokoh politik senior. Ia bahkan secara terbuka menyebut Rusli Zainal sebagai “mentor politiknya” saat kegiatan penanaman 10.000 pohon di Bandara Pinang Kampai, Dumai.

“Pak Rusli Zainal ini salah satu mentor dan panutan saya di dunia politik. Saya banyak belajar dari beliau,” ujar Abdul Wahid saat itu.

Abdul Wahid dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi balas budi kepada orang-orang yang pernah membantunya meniti karier politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode (2009–2014 dan 2014–2019), kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024 dan 2024–2029, sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk maju di Pilgub Riau 2024.

Kini, usai penahanan Abdul Wahid oleh KPK, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menunjuk SF Hariyanto sebagai pelaksana tugas Gubernur Riau berdasarkan surat telegram Mendagri Nomor 100.2.1.3/8861/SJ yang diterbitkan Rabu (5/11/2025).

“Dalam rangka menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Provinsi Riau, Wakil Gubernur Riau diminta melaksanakan tugas dan wewenang Gubernur Riau sampai adanya kebijakan lebih lanjut,” bunyi surat yang ditandatangani Sekjen Kemendagri, Tomsir Tohir.

Di akhir arahannya, SF Hariyanto mengingatkan seluruh pejabat agar fokus bekerja di tengah kondisi keuangan daerah yang sulit.

“Jangan ada lagi yang nongkrong di kedai kopi. Itu membuat citra kita buruk. Fokus bekerja, layani masyarakat,” tegasnya. (hr)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index