Jakarta--Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, mempertanyakan manfaat siswa mengunggah temuan masalah pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut tidak memberi keuntungan apa pun bagi siswa dan justru berpotensi membentuk sikap tidak bersyukur.
Ikeu mencontohkan temuan belatung pada salah satu menu MBG. Ia menilai, masalah seperti itu seharusnya dilaporkan kepada guru, agar bisa segera diganti dan diselesaikan di sekolah tanpa perlu dipublikasikan. “Karena hanya satu yang bermasalah, kenapa mesti diposting?” ujarnya.
BGN mendorong siswa, orang tua, dan masyarakat mengadukan masalah MBG langsung ke pemerintah. Saat ini, pemerintah bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan sistem pengaduan, termasuk mekanisme telepon gratis yang biayanya ditanggung BGN.
Namun, pandangan tersebut mendapat tanggapan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, menyebut banyak siswa dan guru takut menyuarakan keluhan karena tekanan berjenjang dari sekolah hingga dinas pendidikan. Kondisi ini membuat media sosial kerap menjadi satu-satunya ruang bagi siswa untuk menyampaikan masalah. (*)