PEKANBARU – Sebanyak 81 mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan makan siang saat mengikuti kegiatan seminar di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Jumat (9/1/2026).
Para mahasiswa tersebut mengeluhkan mual, muntah, dan diare yang muncul hampir bersamaan usai mengonsumsi makanan yang disediakan pihak hotel pada hari terakhir kegiatan seminar Peningkatan Mutu Akademik.
Kepala Biro Akademik Unilak, Ade Irwanda, membenarkan adanya keluhan kesehatan massal yang dialami mahasiswa. Dari total 183 mahasiswa angkatan 2023 yang mengikuti kegiatan seminar sejak 7 hingga 9 Januari 2026, sebanyak 81 orang melaporkan mengalami gangguan pencernaan.
“Keluhan mual, muntah, dan diare muncul setelah makan siang. Namun untuk memastikan apakah ini keracunan makanan atau ada faktor lain, tentu perlu penjelasan medis,” ujar Ade, Selasa (13/1/2026).
Meski tidak ada mahasiswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit, Ade menyebut insiden tersebut cukup mengkhawatirkan karena gejala muncul hampir bersamaan. Saat ini, kondisi para mahasiswa dilaporkan berangsur membaik.
Pihak kampus tetap mengimbau mahasiswa yang masih merasakan gejala agar segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan yang tersedia di lingkungan kampus.
“Jika masih ada keluhan, kami minta mahasiswa segera memeriksakan diri agar mendapatkan penanganan medis,” kata Ade.
Sorotan ke Tata Kelola Hotel
Insiden dugaan keracunan makanan ini turut menyorot tata kelola Hotel Grand Elite Pekanbaru yang belakangan disebut mengalami penurunan kualitas manajemen. Berdasarkan informasi internal yang diperoleh, hotel tersebut disebut belum dikelola secara optimal sejak wafatnya pemilik hotel, Dedi Handoko (DH), beberapa bulan lalu.
Pasca kepergian DH, manajemen internal dikabarkan kehilangan figur pemimpin utama, sehingga berdampak pada koordinasi dan pengawasan operasional hotel, termasuk dalam hal standar layanan dan pengelolaan konsumsi tamu.
Sumber internal menyebutkan, kondisi manajemen saat ini disebut tengah diliputi tarik-menarik kepentingan dan perebutan dominasi di level pengelolaan, yang berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Hotel Grand Elite belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keracunan makanan yang dialami mahasiswa Unilak tersebut.(hr)