Darmilis Tawarkan Transformasi Zakat Riau: Dari Menghimpun Dana Menuju Kemandirian Umat

Minggu, 06 September 2026 | 09:23:37 WIB

PEKANBARU — Pengelolaan zakat di Provinsi Riau dinilai membutuhkan terobosan agar dana umat tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut ditawarkan Darmilis, SE., MM. melalui buku “Transformasi Pengelolaan Zakat di Provinsi Riau”. Buku itu memuat gagasan strategis untuk mendorong pengelolaan zakat yang lebih profesional, digital, transparan, produktif, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak.

Darmilis mengusung paradigma 5T, yaitu Tepat Data, Tepat Muzaki, Tepat Mustahik, Tepat Program, dan Tepat Dampak.

Menurutnya, data menjadi fondasi utama. Pengelolaan data muzaki dan mustahik yang akurat akan membantu lembaga zakat menentukan program secara lebih tepat sasaran sekaligus mengukur perkembangan penerima manfaat.

Zakat Harus Mendorong Kemandirian

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah penguatan zakat produktif.

Mustahik yang memiliki potensi ekonomi dapat didorong melalui bantuan modal, peralatan usaha, pelatihan keterampilan, pendampingan serta akses pasar.

Pendekatan tersebut diarahkan agar bantuan zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

> “Zakat harus menjadi jalan menuju kemandirian. Mustahik tidak selamanya menjadi penerima, tetapi harus didorong agar mampu berdiri sendiri,” demikian gagasan Darmilis.

Halaman :

Terkini