Guru di Kampar Keluhkan Biaya “Rekom” Pindah Tugas hingga Jutaan Rupiah, Disdik Disorot

Guru di Kampar Keluhkan Biaya “Rekom” Pindah Tugas hingga Jutaan Rupiah, Disdik Disorot

KAMPAR — Praktik pungutan dalam proses rekomendasi pindah tugas guru di Kabupaten Kampar kembali menuai sorotan. Sejumlah guru mengaku harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi mendapatkan surat rekomendasi yang menjadi syarat administratif mutasi antar sekolah.

Keluhan ini mencuat setelah beberapa tenaga pendidik secara terbuka menyampaikan pengalaman mereka. Biaya yang diminta disebut bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai jutaan rupiah, tergantung lokasi tujuan dan tingkat kesulitan proses pengurusan.

“Kalau tidak ikut ‘aturan tidak tertulis’, prosesnya bisa lama atau bahkan tidak diproses,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku terpaksa memenuhi permintaan tersebut demi mempercepat perpindahan tugasnya.

Fenomena ini memicu pertanyaan serius terhadap transparansi dan integritas birokrasi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kampar. Padahal, secara aturan, proses administrasi mutasi guru seharusnya dilakukan tanpa pungutan di luar ketentuan resmi.

Pengamat pendidikan menilai, jika praktik ini benar terjadi, maka berpotensi melanggar prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih. Selain itu, hal tersebut juga dapat mencederai semangat peningkatan kualitas pendidikan, karena guru dipaksa menghadapi beban non-akademik yang tidak semestinya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar hingga kini menjadi sorotan publik dan didesak untuk memberikan klarifikasi resmi. Transparansi dalam proses mutasi dinilai penting untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan tenaga pendidik.

Jika tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan guru terhadap sistem birokrasi pendidikan di daerah. Lebih jauh lagi, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada kualitas layanan pendidikan di sekolah.

Pemerintah daerah pun diharapkan turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk membuka kanal pengaduan yang aman bagi para guru agar berani melaporkan dugaan pungutan liar tanpa rasa takut.

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan laporan lapangan dan pengakuan sejumlah sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Investigasi lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan fakta dan data yang lebih komprehensif.

Penulis: Wartawan Etalasenews.com (Tim Redaksi Etalasenews)

Tagar:

#EtalaseNews #Kampar #Guru #Pendidikan #Disdik #MutasiGuru #Pungli #Transparansi #Riau #BeritaRiau

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index