BANGKINANG – Sebanyak 453 jamaah haji asal Kabupaten Kampar akan diberangkatkan ke Embarkasi Batam pada musim haji 1447 H/2026 M. Pemberangkatan dilakukan bertahap melalui tiga kelompok terbang (kloter) dari Bangkinang dan Pekanbaru.
Keberangkatan pertama berlangsung Minggu, 26 April 2026 (Kloter 05). Jamaah dari Islamic Center Bangkinang berkumpul pukul 04.00 WIB dan berangkat ke Pekanbaru pukul 06.00 WIB sebanyak 214 orang. Dari Pekanbaru, mereka terbang pukul 09.15 WIB dan tiba di Batam pukul 10.20 WIB.
Masih di hari yang sama, jamaah dari Tapung Hilir dan Masjid Raya Siak Hulu berkumpul pukul 07.30 WIB dan berangkat ke Pekanbaru pukul 08.30 WIB. Jumlahnya masing-masing 113 orang dan 24 orang. Mereka dijadwalkan terbang pukul 12.50 WIB dan tiba di Batam pukul 13.35 WIB. Selain itu, ada tambahan 78 jamaah dan 9 jamaah dari Bangkinang yang diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Total Kloter 05 mencapai 215 orang.
Kloter 06 diberangkatkan Senin, 27 April 2026 dari Bandara SSK II Pekanbaru. Jamaah berkumpul pukul 07.00 WIB. Jumlahnya tiga orang. Mereka terbang pukul 09.15 WIB dan tiba di Batam pukul 10.20 WIB.
Pemberangkatan terakhir melalui Kloter 10 pada Sabtu, 2 Mei 2026. Sebanyak 10 jamaah berkumpul di Bandara SSK II pukul 12.00 WIB. Delapan jamaah lainnya berkumpul di Islamic Center Bangkinang pukul 10.00 WIB dan berangkat pukul 10.30 WIB. Seluruhnya terbang pukul 14.15 WIB dan tiba di Batam pukul 15.10 WIB. Total Kloter 10 sebanyak 12 orang.
Pengumpulan koper Kloter 05 dilakukan pada 22–24 April 2026 di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar. Kloter 06 membawa koper langsung ke bandara saat keberangkatan. Sementara Kloter 10 dijadwalkan pada 29–30 April 2026.
Tambahan data, jamaah dari Kampar Kiri, Gunung Sahilan, dan Kampar Kiri Tengah berjumlah 41 orang. Titik kumpul di Masjid Raya Simpang Tiga. Sementara dari Siak Hulu, Perhentian Raja, dan Kampar Kiri Hilir berjumlah 37 orang dengan titik kumpul di Masjid Raya Siak Hulu.
Simulasi manasik haji juga telah dilaksanakan pada 14 April 2026. Jamaah mempraktikkan rangkaian ibadah mulai dari perjalanan ke Arafah, wukuf, ke Muzdalifah, melontar jumrah, tawaf ifadah, sa’i hingga tahallul. (*)