PEKANBARU — Wajah penataan kota kembali dipertanyakan. Jalan Pangeran Hidayat, salah satu ruas strategis di Kota Pekanbaru, justru menampilkan potret semrawut yang kian hari semakin nyata. Lapak pedagang kaki lima (PKL) yang meluber hingga ke bahu jalan, ditambah parkir kendaraan yang tak teratur, membuat fungsi jalan menyempit dan memicu kemacetan.
Kondisi ini bukan hal baru. Namun yang menjadi sorotan, persoalan klasik tersebut tak kunjung terselesaikan secara tuntas. Padahal, ruas jalan ini telah diberlakukan sistem satu arah guna mengurai kepadatan lalu lintas. Fakta di lapangan menunjukkan, kebijakan itu belum mampu menjawab akar persoalan.
Sejumlah warga menilai, ketidaktertiban ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan. Bahkan, tak sedikit yang mulai melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Agung Nugroho dalam menata kota.
“Kalau dibiarkan terus seperti ini, wajar publik menilai pemerintah tidak mampu. Yang terlihat hanya ramai di pemberitaan, tapi di lapangan tidak berubah,” ujar seorang pengendara yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Penumpukan barang dagangan seperti papan reklame hingga material usaha di tepi jalan memperparah kondisi. Ruang gerak kendaraan menjadi terbatas, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam sibuk.
Menanggapi hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru menyatakan akan segera melakukan penertiban. Pemerintah menegaskan bahwa penggunaan bahu jalan untuk aktivitas berdagang merupakan pelanggaran dan tidak bisa ditoleransi.
Namun demikian, publik menilai janji penertiban bukanlah hal baru. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat. Tanpa konsistensi, penertiban hanya akan menjadi siklus berulang: ditindak hari ini, kembali terjadi esok hari.
Situasi di Jalan Pangeran Hidayat kini menjadi simbol dari persoalan yang lebih besar—antara narasi penataan kota dan realitas di lapangan yang belum selaras. Jika tidak segera dibenahi secara konkret, bukan hanya ketertiban yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.
---
Catatan kaki: Berita ini disusun oleh Tim Redaksi etalasenews.com
#Pekanbaru #PenataanKota #SatpolPP #PKL #ParkirLiar #AgungNugroho #EtalaseNews #Riau