PEKANBARU — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Provinsi Riau yang digelar di Hotel Grand Central Pekanbaru pada Sabtu, 8 November 2025 lalu, memang berlangsung lancar dan penuh nuansa kekeluargaan. Dalam forum tersebut, Yulisman resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD I Golkar Riau periode 2025–2030 secara aklamasi.
Namun, memasuki pertengahan April 2026, proses pelantikan kepengurusan baru justru belum juga terealisasi. Jika dihitung sejak penetapan tersebut, telah berlalu sekitar 5 bulan 8 hari, tanpa kejelasan waktu pelantikan resmi dari DPP.
Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di internal partai. Salah satu isu yang berkembang adalah tarik-menarik kepentingan terkait posisi Sekretaris DPD I Golkar Riau. Nama Rinor Kuswan disebut-sebut menguat dan dikabarkan berambisi menduduki posisi strategis tersebut. Tidak ada pelantikan kalau Rinor tidak dijadikan sekretaris kata sumber.
Sejumlah sumber internal menyebutkan adanya dinamika yang cukup intens di balik layar. Rinor bahkan dikabarkan melakukan komunikasi aktif ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk mengamankan posisinya. Isu yang beredar juga menyebutkan bahwa ia mengklaim memiliki kedekatan dengan Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.
Tak hanya itu, nama Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, juga turut disebut dalam pusaran dinamika tersebut. Keduanya dikabarkan beberapa kali melakukan lobi-lobi politik ke DPP, yang oleh sebagian kalangan internal dinilai sebagai upaya mempengaruhi komposisi kepengurusan sebelum pelantikan dilakukan.
Isu yang lebih sensitif bahkan menyebut adanya dugaan “penahanan” proses pelantikan jika keinginan tertentu tidak diakomodasi. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran kabar tersebut.
Di sisi lain, Ketua terpilih Yulisman sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk membangun Golkar Riau yang solid dan tegak lurus dengan kebijakan DPP. Ia juga menyampaikan bahwa pembentukan formatur dan penyusunan kepengurusan akan segera dilakukan pasca-Musda.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Pemenangan Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, saat penutupan Musda XI menekankan pentingnya momentum tersebut sebagai langkah awal mengembalikan kejayaan Golkar di Riau.
“Momen ini bukan hanya soal siapa yang terpilih, tapi bagaimana kita membesarkan partai dan memenangkan kontestasi ke depan,” tegasnya kala itu.
Belum dilantiknya kepengurusan baru Golkar Riau hingga saat ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama kader di daerah yang menunggu arah kepemimpinan definitif. Dinamika yang berkembang juga menjadi ujian awal bagi soliditas internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DPP Golkar terkait jadwal pelantikan maupun klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di internal DPD I Golkar Riau. (Rls)