PEKANBARU – Suhu politik olahraga jelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Riau periode 2026–2030 kian memanas. Ketua KONI Riau petahana, Iskandar Hoesin, mengklaim sebagai satu-satunya bakal calon ketua umum yang mendapat restu dan dukungan langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.
Klaim tersebut mencuat usai tahapan pengambilan formulir pendaftaran dan pengundian nomor urut calon ketua umum KONI Riau yang telah ditutup Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Dalam proses itu, Iskandar Hoesin memperoleh nomor urut 2, sementara penantangnya, anggota DPRD Riau Edi Basri, mendapat nomor urut 1.
Sumber internal yang berada di lingkaran pendukung Iskandar menyebutkan, dukungan Plt Gubernur Riau menjadi sinyal kuat agar seluruh cabang olahraga (cabor) dan KONI kabupaten/kota tidak mengambil posisi berseberangan.
“Pesannya jelas, cabor dan KONI kabupaten/kota diminta tegak lurus. Yang tidak mendukung Iskandar, siap-siap saja kena sanksi,” ujar sumber tersebut kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Menurut sumber itu, kekuatan utama Iskandar Hoesin bukan hanya faktor struktural, tetapi juga modal sosial dan finansial yang selama ini dirasakan langsung oleh pengurus cabor.
Iskandar disebut maju kembali bukan karena ambisi pribadi, melainkan dorongan kolektif dari pengurus cabang olahraga. Salah satu alasan terkuat adalah kesediaan Iskandar menalangi kebutuhan dana pembinaan atlet menggunakan uang pribadi ketika anggaran organisasi tersendat.
“Kalau ada keperluan mendadak untuk pembinaan atlet, banyak cabor bisa pinjam uang ke Pak Iskandar. Mana ada tokoh setajir dan sepeduli itu, tiap event sering pakai duit pribadi dulu,” ungkap sumber internal pendukung Iskandar.
Sementara itu, Ketua TPP Calon Ketua Umum KONI Riau, Khairul Fahmi, menegaskan tahapan pendaftaran tetap berjalan sesuai jadwal dan aturan. Pengembalian formulir beserta dokumen dukungan akan dilakukan Senin, 2 Februari 2026, dengan waktu yang sudah ditetapkan berdasarkan nomor urut.
Untuk bakal calon nomor urut 1, pengembalian dokumen dijadwalkan pukul 10.00–11.00 WIB, sedangkan nomor urut 2 pukul 13.30–14.30 WIB. TPP menegaskan tidak ada toleransi waktu tambahan.
“Kalau tidak mengembalikan sesuai jadwal, kami anggap tidak serius dan proses pendaftaran tidak dilanjutkan,” tegas Fahmi.
TPP juga akan langsung membuka dan memverifikasi seluruh dokumen dukungan KONI kabupaten/kota, pengurus provinsi cabor, serta administrasi lainnya di hadapan bakal calon.
Dengan menguatnya klaim dukungan elite dan soliditas basis cabor, posisi Iskandar Hoesin dinilai kian dominan. Namun, pertarungan menuju kursi Ketua Umum KONI Riau masih akan ditentukan oleh verifikasi dukungan resmi dan dinamika Musorprov mendatang. (hr)