DARI DAPUR UNTUK MASA DEPAN: PEBRIYAN WINALDI UBAH USAHA JADI LADANG AMAL DI KAMPAR

DARI DAPUR UNTUK MASA DEPAN: PEBRIYAN WINALDI UBAH USAHA JADI LADANG AMAL DI KAMPAR

KAMPAR – Di saat banyak pelaku usaha berlomba membesarkan keuntungan, Pebriyan Winaldi, pengusaha asal Pekanbaru, justru memilih memperbesar manfaat. Melalui satu dapur MBG yang ia kelola di Desa Bulu Cina, Kabupaten Kampar, ia menjadikan bisnisnya bukan sekadar mesin uang, melainkan ladang amal jariyah.

Di tengah arus dunia usaha yang identik dengan profit, Pebriyan mengambil sikap berbeda. Ia menegaskan tidak mengambil keuntungan pribadi sedikit pun dari usaha tersebut. Seluruh keuntungan bersih disalurkan untuk membantu anak-anak sekolah yang kurang mampu di Kabupaten Kampar.

“Usaha tidak harus selalu soal untung untuk diri sendiri. Seluruh keuntungan saya berikan untuk anak-anak sekolah yang tidak mampu. Saya ingin ini menjadi amal jariyah untuk saya kelak,” ujarnya.

Langkah ini bukan sekadar retorika.

 Keuntungan usaha yang ia kelola dialokasikan untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu, sekaligus mendukung rehabilitasi sekolah, termasuk madrasah. Baginya, membangun bangsa tidak cukup dengan wacana pendidikan adalah fondasi utama yang harus diperkuat.

“Saya ingin melihat bangsa ini kuat. Caranya dengan mendukung pendidikan, apalagi pendidikan madrasah. Kalau anak-anak kita kuat pendidikannya, bangsa ini akan kokoh,” tambahnya.

Ia juga mengaku bersyukur atas kebijakan pemerintah yang membuka peluang usaha tersebut, sehingga memudahkannya untuk berbagi dan berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Meski baru mengelola satu dapur di Desa Bulu Cina, semangat berbagi itu terus ia jaga. Dari dapur sederhana itulah, harapan besar untuk masa depan anak-anak Kampar dirajut. Di saat sebagian orang menghitung laba dalam angka, Pebriyan menghitung keberkahan dalam manfaat.

Langkah ini menjadi bukti bahwa usaha bukan semata soal akumulasi materi, tetapi juga tentang nilai, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Dari dapur kecil di Kampar, sebuah pesan besar lahir: keuntungan sejati bukan yang disimpan, melainkan yang dibagikan untuk masa depan bangsa.MDn

#Rakyat

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index