MN KAHMI Klarifikasi Pernyataan Jusuf Kalla, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Dialog Antarumat

MN KAHMI Klarifikasi Pernyataan Jusuf Kalla, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Dialog Antarumat

JAKARTA – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyampaikan pernyataan sikap terkait polemik pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang belakangan dinilai menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pernyataan resmi tersebut ditandatangani Koordinator Presidium MN KAHMI, Abdullah Puteh, dan Sekretaris Jenderal Syamsul Qomar pada 20 April 2026 di Jakarta.

MN KAHMI menyatakan mencermati dinamika yang berkembang, khususnya respons dari sebagian kalangan umat Nasrani yang menilai pernyataan Jusuf Kalla menimbulkan penafsiran berbeda.

Organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam itu menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi kebhinekaan yang menjunjung tinggi kesetaraan seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama.

MN KAHMI menilai pernyataan Jusuf Kalla perlu dipahami secara utuh dan kontekstual, bukan secara parsial yang berpotensi memunculkan kesalahpahaman.

Menurut mereka, polemik yang terjadi lebih disebabkan oleh pemaknaan yang terpotong, bukan karena adanya niat untuk menyinggung atau mendiskreditkan kelompok tertentu.

Dalam pernyataannya, MN KAHMI juga menolak segala bentuk polarisasi berbasis agama yang dinilai dapat merusak persatuan bangsa.

Organisasi tersebut mengingatkan bahwa narasi konflik antarumat beragama harus dihindari karena bertentangan dengan semangat persaudaraan kebangsaan.

MN KAHMI turut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, untuk mengedepankan dialog dan klarifikasi atau tabayyun.

Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah kesalahpahaman yang berkepanjangan serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, MN KAHMI menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan yang moderat dan inklusif, dengan menyinggung rekam jejak Jusuf Kalla dalam menjaga perdamaian nasional.

Jusuf Kalla disebut memiliki pengalaman panjang dalam penyelesaian konflik sosial dan keagamaan di Indonesia, sehingga dinilai tidak tepat jika dipersepsikan sebagai figur intoleran.

MN KAHMI juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah belah.

Khusus kepada keluarga besar KAHMI, organisasi tersebut meminta agar terus menjaga sikap bijak serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional.

Pernyataan ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral MN KAHMI dalam merawat persatuan dan memperkuat ukhuwah kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. (rls)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index