Jalan Rusak Jangan Hanya Jadi Agenda Tahunan: Saatnya PUPR Kampar Berbenah Total

Jalan Rusak Jangan Hanya Jadi Agenda Tahunan: Saatnya PUPR Kampar Berbenah Total

KAMPAR, ETALASENEWS.COM — Komitmen Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kampar yang menjadikan pemeliharaan jalan sebagai prioritas patut diapresiasi. Namun publik berhak bertanya lebih jauh: mengapa persoalan jalan rusak seolah terus berulang dan selalu hadir sebagai agenda tahunan?

Setiap tahun masyarakat disuguhi janji percepatan perbaikan infrastruktur. Setiap tahun pula keluhan tentang jalan berlubang, genangan air, aspal mengelupas, hingga akses antarwilayah yang rusak kembali mencuat. Ini menandakan ada persoalan mendasar yang belum benar-benar diselesaikan.

Jalan bukan sekadar hamparan aspal. Jalan adalah urat nadi ekonomi rakyat. Ketika ruas jalan rusak, biaya distribusi naik, waktu tempuh bertambah, kendaraan cepat rusak, dan risiko kecelakaan meningkat. Petani terlambat mengangkut hasil panen, pedagang terhambat, dan masyarakat kecil menjadi pihak paling dirugikan.

Karena itu, pemeliharaan jalan tidak cukup dipahami sebagai tambal sulam musiman. Pemerintah daerah, khususnya PUPR Kampar, perlu melakukan evaluasi menyeluruh: apakah kualitas pekerjaan selama ini sudah sesuai standar? Apakah pengawasan proyek berjalan maksimal? Apakah penentuan prioritas ruas jalan sudah berbasis kebutuhan nyata masyarakat atau sekadar rutinitas administrasi?

Publik juga menanti transparansi. Berapa anggaran pemeliharaan jalan setiap tahun? Ruas mana saja yang dikerjakan? Siapa kontraktornya? Berapa masa ketahanan hasil pekerjaan? Pertanyaan ini wajar diajukan karena pembangunan infrastruktur dibiayai dari uang rakyat.

Lebih dari itu, Kampar membutuhkan perencanaan jangka panjang, bukan sekadar respons cepat saat kerusakan sudah parah. Sistem drainase harus dibenahi, kualitas material ditingkatkan, serta pengawasan tonase kendaraan berat diperketat. Tanpa itu, jalan baru pun akan cepat rusak dan masyarakat kembali menanggung akibatnya.

Etalasenews menilai momentum persiapan proyek tahun ini harus dijadikan titik balik. PUPR Kampar tidak cukup hanya bekerja cepat, tetapi juga harus bekerja tepat, terbuka, dan tahan uji.

Masyarakat Kampar sudah terlalu lama akrab dengan lubang jalan dan janji perbaikan. Kini saatnya menghadirkan jalan mulus yang nyata, bukan sekadar wacana berulang setiap tahun.

Penulis: Tim Redaksi etalasenews

#EtalaseNews #Otokritik #Kampar #PUPRKampar #JalanRusak #Infrastruktur #Bangkinang #Riau #SuaraPublik

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index